FORUM KOMUNIKASI P4S KABUPATEN BOJONEGORO JAWA TIMUR TAHUN 2025

Senin, 29 Desember 2025

Rapat Evaluasi Program Kerja KTNA Bojonegoro 2025,

 

p4sbojonegoro

Pertemuan rutin KTNA Kabupaten Bojonegoro dan Rapat Evaluasi Akhir Tahun 2025. Rapat  Evaluasi  KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Bojonegoro ditempatkan di secretariat P4S Gading Desa Ngraseh, Kecamatan Dander Jawa Timur. 30 desember 2025 di pengujung akhir tahun, pengurus KTNA melakukan pertemuan dan evaluasi proker ( program kerja ) yang melibatkan Dinas Ketahan pangan DKPP Bojonegoro yang di hadiri oleh Kabid      ( kepala bidang) SDM  sumberdaya manusia petani, Zaenul Ma’arif.

Dalam rangka mengevaluasi tentang program kerja KTNA ada 10 program yang telah dilaksanakan pengurus diantaranya :

1.     1. Pemilihan ketua bidang

2.     2. Reorganisasi Pengurus KTNA Kecamatan

3.    3.  Pertemuan Rutin KTNA Bojonegoro

4.     4. Mimbar Saresehan KTNA Bojonegoro

5.     5. Rembuk Utama Nasional

6.     6. Siaran sharing petani melalui media

7.     7. Pendataan Petani Melenial

8.     8. Pendataan Kelompok tani Wanita

9.     9. Peningkatan kapasitas kelompok tani Wanita

10.  10. Studi tiru ke desa pangan

Dari 10 program kerja yang telah dilaksanakan oleh pengurus KTNA di tahun 2025, ada dua proker yang belum terlaksanakan karena kendala biaya adalah proker, mimbar saresehan dan study tiru di desa pangan.

Evaluasi akhir tahun KTNA di hadiri  16 orang pengurus se-kabupaten bojonegoro, DKPP mengharapkan kedepan organisasi ini lebih banyak berinovasi tentang pertanian untuk bidang pangan,  agar KTNA bojonegoro kedepan mampu membentuk karakter petani Tangguh menjadi contoh inovasi pada petani yang lain.


Kamis, 11 Desember 2025

Ketua FK P4S Jatim Tekankan Fasilitas Kelembagaan dan SDM Pengelola Segera Dipenuhi

 

fkp4sbojonegoro

Dalam Rangka Silaturahim dan Tahlill Bersama di 1000 harinya almarhum” Ismail Fahmi”  yang digelar keluarga besar di Jalan Dokter Soetomo, Dusun Serning,Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang Jawa Timur, kamis malam 11 desember 2025.

Pengurus Forum Komunikasi, Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Provinsi Jatim, sebanyak 16 orang pengurus dari FK P4S Kabupaten Jombang, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Bojonegoro dan Pasuruan ikut serta mendoakan almarhumah di kediamanya.

Se-usai Doa Bersama ( Tahlill) di tempat berbeda, ‘ Sumrambah ‘ Kakak Ipar Almarhum, menemui para pengurus FK P4S Jatim untuk berdiskusi sejenak, membahas tentang kegiatan P4S serta program yang telah dijalankan oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya di jawa timur sejauh mana.

Sebelumnya FK P4S Jatim yang di ketuai oleh Beliau ‘ Syaikhu’ dari P4S Buana Lestari dari Kabupaten Nganjuk dan penasehat Lembaga Almarhumah, dan saat ini FK P4S Jatim di Nakodai oleh, Tarwa Mustopa, dari P4S Agro Utama Mandiri, Kabupaten Kediri, Sumrambah’ menyarankan P4S Jatim harus mampu menunjukan perkembanganpeningkatan ekonomi bisnis dan kesiapan lembaga sebagai tempat pusat pelatihan pertanian dan pedesaan swadaya yang profesional sesuai ketentuan persyaratan dan perizinan sesuai hukum yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pertanian.

Seketika itu, Ketua FK P4S Jatim ’  Tarwa Mustopa ‘ untuk mempersiapkan profesionalitas lembaga pusat pelatihan pertanian, beliau menekankan seluruh P4S Jawa Timur segera melengkapi fasilitas - fasilitas,kelembagaan dan SDM (sumberdaya manusia) yang bersertifikasi serta kompetensi bagi para pengelola P4S.


Sabtu, 29 November 2025

DKPP Bojonegoro Berangkatkan 15 Peserta Diklat Metodologi Penyuluh Pertanian di BBPP Ketindan

fkp4sbojonegoro

DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian )Bojonegoro telah mengupayakan peningkatan SDM (Suberdaya Manusia ) bagi pengelola P4S Se-Bojonegoro untuk melaksanakan Diklat Metodologi Penyuluh Pertanian yang di laksanakan di BBPP (Balai Besar Pelatihan Pertanian) Ketindan, Jawa Timur.

Sebanyak 15 orang pengelola P4S Se-Bojonegoro untuk mengikuti Diklat Metodologi Penyuluhan Pertanian sejak tanggal 26 nopember sampai 3 Desember 2025 di BBPP Ketindan.

Peserta digembleng dan dilatih selama 10 hari dengan pelatihan pengembangan P4S di Era Revolusi Industri,dengan pelatihan Penyususnan Kurikulum Pembelajaran, pelatihan ketrampilan dasar komunikasi pembelajaran, pelatihan penerapan pembelajaran orang dewasa, pelatihan monitoring dan evaluasi pembelajaran, pelatihan pembuatan media pembelajaran, pelatihan presentasi Micro Teaching dan yang terahir sertifikasi ujikopetensi.

Achmad Addianto, SE salah satu pengelola P4S Mina Agro Tlogorejo,mengatakan sangat senang sekali adanya pelatihan sertifikasi ujikompetensi Metodologi yang diadakan DKPP Bojonegoro untuk meningkatkan SDM Pengelola P4S  menjadi Intruktur professional.

“ Saya sangat senang sekali dengan adanya pelatihan ini, agar kami menjadi pusat pelatihan pertanian dan pedesaan swadaya yang berkompeten di bidangnya “ ucapnya, saat  usai pembekalan dari gedung Mahkota dewa BBPP  “ Saya berharap, Semoga ada diklat ujikompetensi yang lainkedepanya”   imbuhnya.

Pengurus FK P4S Kabupaten Bojonegoro mengucapkan terima kasih atas fasilitas yang telah diberikan kepada pengelola P4S Se-Bojonegoro, terutama atas kepedulianya DKPP dalam meningkatkan kapasitas SDM pengelola P4S di Bojonegoro.

P4S BumiAji Batu Tempat Relasi Peserta Diklat Metodologi Penyuluh Pertanian

fkp4sbojonegoro

Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya P4S BumiAji Sejahtera , yang beralamat di Jl. Dewi Mutmainah 4 Dusun Banaran,Bumiaji,Kec.Bumiaji Kota Batu, Jawa Timur. P4S yang mempunyai komuditi terbesar jambu Kristal di Batu tersebut sebagai tempat relasi bagi para peserta Diklat Metodologi Penyuluh Pertanian yang dilaksanakan oleh BBPP Ketindan.

Dengan konsep Sejahtera Bersama, Rahmad hardiyanto,ST,  ia adalah seorang agropreneur yang memimpin P4S tersebut, dan juga merupakan pendiri PT Kreasi Tani Bumiaji memperjuangkan kemakmuran bersama para petani sekitar.

Kesuksesan mengonsep beberapa produk yang telah dihasilkan pusat pelatihan pertanian dan pedesaan swadaya BumiAji dengan program andalanya seperti : program pelatihan bagi petani anak yatim gratis, Kemitraan pembenihan, kemitraan petani jambu Kristal, Inovasi On Farm dan smart farming membuat P4S BumiAji menjadi terpopular di jawa timur.

Dengan straegi bisnis pemasaran hasil Perkebunan dan olahanya, P4S BumiAji mengedepankan profesionalisme menggunakan Standarisasi, penjamin konsumen dengan tenaga yang berkompeten tersertifikasi serta perlengkapan perizinan yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dari sinilah P4S Bumiaji Sejahtera menjadi tempat relasi  Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Ketindan  untuk di kunjungi sebagai tempat edukasi, sharing, curah pendapat sesama P4S di Indonesia.

Ada 15 peserta Diklat Metodologi Penyuluh Pertanian  yang di berangkat oleh DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) Kabupaten Bojonegoro untuk mengikuti kegiatan dihari ketiga Micro Teaching di P4S BumiAji Sejatera Batu.

Diklat yang direncanakan 10 hari di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan dengan harapan setiap pengelola P4S Bojonegoro mampu meningkatkan Sumberdaya Manusianya  untuk menjalankan pelatihan - pelatihan yang berkompeten sehingga menghasilkan SDM petani yang Memahami, menjelaskan, memodifikasi,menyiapkan serta mampu menerapkan.


Kamis, 16 Oktober 2025

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KTNA Kecamatan Se-Kabupaten Bojonegoro

fkp4sbojonegoro

Pelantikan Dan Pengkuhan Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan Se-kecamatan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dilaksanakan di Gedung Pertemuan DKPP ( Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian ) Masa Bakti Tahun 2025- 2030.

Sebanyak 56 peserta pelantikan terdiri dari ketua dan sekretaris KTNA Kecamatan Se-Kabupaten Bojonegoro, kamis 16 oktober 2025 secara resmi dan sah telah di lantik dan di kukuhkan oleh pengurus KTNA Daerah dan disaksikan Pengurus KTNA Provinsi Jawa Timur.

Dalam pelaksanaan upacara pelantikan, peserta mengikuti prosesi dengan hikmah penuh rasa tanggung jawab atas tugas yang akan diberikan sebagai pengurus  Kontak Tani Nelayan Andalan diwilayah kecamatan masing-masing, sebagai Entrepreneurnya para petani di wilayah kecamatan pengurus KTNA diharapkan mampu mengedukasi petani dengan kreatif dan inovasi untuk dengan tujuan meningkatkan produktifitas pertanian.

Ketua KTNA Provinsi Jawa Timur, Sumrambah, memberkan bahwa kondisi saat ini di sektor  pertanian di Indonesia, Regenerasi pemuda tani masih sangat minim peminatnya, surfai nyata petani yang  usianya dibawah 40 tahun hanya 30% dari jumlah total keseluruhan petani di Indonesia.

Sejak tahun 1971 KTNA lahir di Indonesia, para petani masih di dominasi oleh lulusan Pendidikan Sekolah Dasar ( SD), dengan adanya KTNA diharapkan ada transformasi tehnologi pertanian agar perkembangan dan peningkatan produktifitas pertanian  baik sumberdaya manusia petani maupun tehnologi pertanian dan pengolahan hasil pertanian menjadi swasembada pangan serta Agro Industri di Kabupaten Bojonegoro.

Dengan Ketrampilan, kemampuan serta modal yang terbatas, produktifitas pertanian tetap  bisa ada peningkatan melalui inovasi kegiatan -kegiatan penyuluhan serta demplot-demplotnya KTNA sebagai contoh  diwilayah-wilayah, pesan DKPP yang diwakili Kabid SDM dan pembiayaan, Zaenul Muarif.

Kegiatan pelantikan dan pengukuhan yang dilaksanakan KTNA Bojonegoro adalah murni gagasan dari pengurus daerah dan difasilitasi oleh DKPP Kabupaten Bojonegoro, sebagai bentuk tanggung jawab Dinas mendampingi dan membinaan para petani.

Selasa, 14 Oktober 2025

Tantangan Besar DKPP Bojonegoro Menuju Agro Industri Pertanian 2045

 

fkp4sbojonegoro

Tantangan Besar DKPP Bojonegoro Menuju Agro Industri Pertanian 2045, Cita-cita besar program Ketahanan Pangan Nasional di Daerah Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur,menjadi tolok ukur Dinas Ketahanan  Pangan Pertanian di acara FGD ( Focus Group discussion ) yang di gelar di gedung Creatif Room lt, 6 Gedung Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro, Selasa, 14 Oktober 2025.

Untuk mewujudkan Agro Industri Pertanian Bojonegoro, di butuhkan sebuah kolaborasi, sinergi  dan intergrasi lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan keterlibatan kelompok -kelompok tani, Perempuan, pemuda,Masyarakat adat dalam membangung sektor pertanian.

Fenomina yang terjadi sekarang di dunia pertanian, masih kurang diminati oleh para pemuda, Ketimpangan kepemilikan dan penguasaan lahan masih ada, Akses modal dan pasar masih sangat terbatas, Komunikasi dan Penyuluhan Pertanian Kontekstual secara Kultural maka hal tersebut juga menjadi bagian lambatnya menuju Agro Industri Pertanian Bojonegoro.


“ Bojonegoro saat ini sedangan mengalami tantangan besar di dalam dunia sektor pertanian, Salah satunya adalah Regenerasi Petani dan rata-rata di bojonegoro petaninya masih petani gurem “  Kata Kepala DKPP, Zaenal Fanani, S,Pi.MP, saat memberikan Pembukaan FGD.

FGD yang dilakukan oleh DKPP menghadirkan narasumber dari PSKK   ( Pusat Study Kependudukan dan Kebijakan ), UGM yang focus pada penelitihan dan pengembangan isu isu pertanian.  sebagai tim penyusun ‘ Toufan Alam, Setaf Pengajar Pertanian UGM, diberikan mandat untuk membuat Masterplan Pembangunan Pertanian Kabupaten Bojonegoro 2025 – 2045.

Dari hasil FGD tersebut  sebagai dasar penyususnan Masterplan dengan tujuan,1. Mengidentifikasi Potensi, risiko,dan tantangan wilayah per sektor perwilaya. 2.  Menyusun strategi Pembangunan komoditas unggulan dan keberlanjutan dan inklusif. 3. Merumuskan Rekomendasi kebijakan dan rencana aksi teknokratik perkomoditas. 4. Memperkuat singkronisasi lintas OPD dalam mendukung agenda kedaulatan pangan daerah.

Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (FKP4S) adalah salah satu peserta Focus Group Discussion memberikan masukan terkait dengan minimnya regenerasi pemuda tani juga menjadi perhatian kusus bagi pemerintah terkait dengan sosial ekonomi akses Permodalan dan Jaringan Pemasaran menjadikan sebab engganya pemuda menjadi petani.


Minggu, 28 September 2025

25 Mahasiswa Belanda dan Polandia Belajar Tani di P4S Djoyo Tani Bojonegoro

fkp4sbojonegoro

Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Djoyo Tani di Kabupaten Bojonegoro kembali menjadi perhatian dunia. Kali ini, sebanyak 25 mahasiswa asal Belanda dan Polandia berkunjung untuk belajar langsung tentang pertanian modern berbasis pengalaman petani muda Indonesia yang beralamat di Desa Bendo Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

Sabtu 27 september 2025, Kegiatan kunjungan internasional yang difasilitasi oleh beberapa lembaga mitra pendidikan pertanian, berlangsung penuh antusiasme. Mahasiswa asing tersebut diterima langsung oleh Ketua P4S Djoyo Tani, Fathul Ilma, yang dikenal sebagai petani muda inspiratif  Bojonegoro.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai praktik pertanian yang dikembangkan di Djoyo Tani. Fokus utama pembelajaran kali ini adalah budidaya buah melon dan kacang tanah, dua komoditas unggulan yang dikelola P4S Djoyo Tani.

Sejak awal kedatangan, rombongan mahasiswa langsung diajak berkeliling lahan pertanian. Mereka diperlihatkan bagaimana P4S Djoyo Tani mengelola lahan secara efisien dengan penerapan teknologi sederhana namun sangat efektif.

Salah satu momen menarik adalah ketika mahasiswa diberi kesempatan untuk ikut menanam bibit melon. Dengan arahan petani setempat, mereka belajar cara membuat lubang tanam, memberikan pupuk dasar, hingga menutup kembali tanah secara rapi.

Tidak berhenti di situ, mahasiswa juga mengikuti kegiatan pemeliharaan tanaman. Mereka diajarkan cara menyiram, melakukan perempelan, serta menjaga kelembaban tanah agar pertumbuhan melon tetap optimal.

Selain praktik budidaya melon, mahasiswa juga diajak menyaksikan dan ikut serta dalam panen kacang tanah. Mereka tampak bersemangat saat mencoba mencabut tanaman kacang langsung dari tanah yang gembur.

Pengalaman panen ini menjadi hal baru bagi sebagian besar peserta. Mereka dapat melihat sendiri bagaimana kacang tanah tumbuh di dalam tanah dan dipanen dengan teknik sederhana namun penuh kearifan lokal.

Salah seorang peserta asal Polandia, Stefani, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap pengalaman belajar di Bojonegoro. Menurutnya, praktik pertanian yang dilakukan petani muda di Indonesia sangat inspiratif dan penuh nilai edukasi.

“ This is my first experience growing melons and peanuts, I learned a lot not only about cultivation techniques but also how dedicated indonesia farmers are " Ungkap, Stefani salah satu mahasiwa asal Polandia.

Ia juga menambahkan bahwa praktik lapangan seperti ini memberikan wawasan nyata yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kelas. Stefani menilai kegiatan di P4S Djoyo Tani bisa menjadi model pembelajaran pertanian untuk generasi muda di negara lain.

Ketua P4S Djoyo Tani, Fathul Ilma, merasa bangga atas kehadiran mahasiswa dari Eropa tersebut. Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa pertanian Indonesia memiliki daya tarik dan bisa menjadi rujukan belajar internasional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa petani muda Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik dalam transfer ilmu. Melalui P4S, kami tidak hanya belajar, tetapi juga berbagi pengalaman dengan dunia internasional,” ujar Fathul Ilma.

Ia menekankan bahwa kunjungan ini sekaligus memperkuat semangat petani muda di Bojonegoro untuk terus berinovasi. Baginya, pertanian adalah sektor yang bisa menghubungkan berbagai bangsa melalui praktik nyata dan kerja sama.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa banyak bertanya mengenai penggunaan pupuk organik, teknik irigasi, dan pemasaran hasil panen melon. Fathul Ilma bersama timnya menjelaskan dengan detail, sekaligus menunjukkan sistem pemasaran yang sudah dijalankan kelompok.

Kegiatan kunjungan ini berlangsung seharian penuh. Mahasiswa tidak hanya belajar praktik di lapangan, tetapi juga mendapatkan materi tentang kelembagaan P4S, peran petani muda, serta prospek agribisnis di era modern.

Di sela kegiatan, para mahasiswa juga menikmati buah melon hasil panen P4S Djoyo Tani. Mereka tampak puas dengan kualitas rasa manis melon Bojonegoro yang menjadi salah satu kebanggaan lokal.

Kunjungan ini diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan cinderamata dari P4S Djoyo Tani kepada perwakilan mahasiswa. Suasana penuh keakraban tercipta, mencerminkan persahabatan antara petani muda Indonesia dan mahasiswa Eropa.

Bagi masyarakat sekitar, kehadiran mahasiswa asing ini menjadi motivasi tersendiri. Mereka menyadari bahwa pertanian yang dikelola dengan baik bisa menjadi pusat perhatian global dan membuka peluang kerja sama lebih luas.

Dengan berakhirnya kunjungan ini, P4S Djoyo Tani semakin mantap memposisikan diri sebagai pusat pembelajaran pertanian internasional. Fathul Ilma berharap pengalaman ini menjadi awal kolaborasi yang lebih erat dalam membangun pertanian berkelanjutan lintas negara

Rapat Evaluasi Program Kerja KTNA Bojonegoro 2025,

  Pertemuan rutin KTNA Kabupaten Bojonegoro dan Rapat Evaluasi Akhir Tahun 2025. Rapat   Evaluasi   KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kabup...