FORUM KOMUNIKASI P4S KABUPATEN BOJONEGORO JAWA TIMUR TAHUN 2025

Sabtu, 07 November 2026

Dukung swasembada pangan, FK P4S Jatim Kunjungi Upja Tani Makmur Banyuwangi

 

fkp4sbojonegoro

Dalam rangka mempercepat akselerasi moderenisasi pertanian di pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya (P4S) Tani Makmur Desa Gladag, Dusun Krajan, Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, dengan kopetensi yang dimiliki adalah penyewaan unit pengelola jasa alsintan.

P4S ini telah terbukti mampu memangkas waktu kerja dan menghemat biaya operasional pertanian serta mampu menghidupkan Lembaga pelatihan pertanian  lewat jasa alsintan.

Jumat, 6 november 2026 jajaran pengurus Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK P4S) Jawa timur mendatangi Upja Tani Makmur untuk bersilaturahim dan menjalin komunikasi antar P4S untuk bisa berkolaborasi dengan yang lain.

Sekretaris FK P4S Jatim, Kristianingsih, menjelaskan bahwa kunjungan pengurus tersebut dalam rangka silaturahim sekaligus melaksankan fungsi pembinaan dari FK kepada seluruh pengelola P4S di jawa timur, sekaligus sambil melihat perkembangan dan memastikan pertumbuhan pusat pelatihan pertanian dan perdesaan di masing -masing daerah.

Sementara itu ada cerita yang menarik dari ketua pengelola P4S Tani Makmur, Heru Rusianto,  mengatakan bahwa mengajak  petani untuk merubah pola tanam kita agar terselamatkan dari berbagai serangan hama maupun penyakit petani harus lebih kompak untuk melaksanakan Gerakan pola tanam bersama.

Dari kejadia tersebut muncul sebuah gagasan yang sangat menarik bagi  P4S “Tani Makmur”  untuk melaksanakan gagasan tersebut dengan memberikan konpensasi bagi petani sekitarnya agar bisa kompak untuk mengikuti pola tanam bersama mereka.

Darisitulah terwujudnya Gerakan basmi hama dan berbagai penyakit tanaman yang merugikan petani  dengan harga murah dan ekonomis tanpa menggunakan bahan isektisida kimia melainkan pupuk organic pembenah tanah yang mampu mensuburkan dan aman bagi lingkungan.

Heru Rusianto, menjelaskan tentang bagaimana Gerakan tersebut bisa terjadi di lingkungan P4S “Tani Makmur”, Karena tani Makmur mempunyai alat pertanian yang bisa di sewakan ke para petani dan dari 30% hasil penyewaan tersebut di gunakan untuk memberikan konpensasi bagi petani di sekitar.

Jumat, 06 November 2026

Pengurus FK P4S Jatim Tinjau Calon P4S Baru Dari banyuwangi

 

fkp4sbojonegoro

Dalam rangka kunjungan kerja mempercepat pengembangan pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya, jajaran pengurus Forum Komunikasi P4S Jawa timur jumat, 6 november 2026 kunjungi petani kopi di desa Gombengsari,Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Maksud dan tujuan kunjungan tersebut untuk memastikan calon P4S yang baru berkompeten sesuai di bidangnya, budidaya tanaman kopi beserta olahanya serta  hasil yang mencakup hulu lihirnya.

Rombongan pengurus FK P4S tersebut tiba dilokasi pukul 14 : 38 Wib. Kedatangan para pengurus disambut dengan hangat dengan di sugguhi berbagi minuman kopi dengan hasil inovasi rostingnya di usahanya.

Abdurrahman, Ketua Pok Darwis, kopi Gobengsari mempersentasikan proses Hulu serta Hilirnya kopi yang telah di budidayakanya dengan Masyarakat Gobengsari dihadapan para jajaran pengurus FK P4S jatim,  bahwa dengan hasil panen 600 – 700 ton pertahun dengan lahan  ± 6 – 7 hektar yang berda di desa Gombengsari menjadikan para petani menjadi maju dan berkembang.


Dengan adanya potensi kopi di desa gombengsari tersebut para petani- petani melenial mampu membiayahi kuliyahnya sendiri di perguruan tinggi dengan hasil budidaya kopi ‘ ungkap, Abdurrahman.

“Dengan potensi kopi gombengsari menjadi harapan dan kemandirian ekonomi baru bagi para petani sekitar” Imbuhnya.

Dari beberapa capain yang di perolehnya Komunitas kopi Gombengsari bermaksud untuk mendaftarkan diri dan bergabung sebagai pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya.

Di tempat yang sama Sekretaris FK P4S jawa timur, Kristianingsih, mengatakan, “ Kami sebagai pengurus FK P4S jatim menyambut baik niat kelompok Darwis gombengsari untuk membentuk dan bergabung menjadi P4S, dan saran kami ikuti prosedur yang ada, dan tunggu klasifikasinya dari BBPP Ketindan”.

BBPP Ketindan Bersama FK P4S Jatim Tinjau Tempat Pelatihan Pertanian di P4S Sukatani Banyuwangi

 

fkp4sbojonegoro

Guna Mempercepat Tranformasi Lembaga Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S),  Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian ( BBPP) Ketindan bersama Jajaran Pengurus FK P4S Jawa Timur, Jumat 6 november 2026 melakukan kunjungan ke P4S SukaTani Desa,Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi.

Dalam rangka mempercepat pengembangan pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya di wilayah jawa timur, Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, S.Sos., M.Si  dalam kunjunganya Ibu Kabalai mengatakan  mengapreasiasi yang setinggi - tingginya bagi P4S Sukatani yang telah berhasil mengembangkan dan  membudidayakan tanaman buah naga di Kabupaten Banyuwangi.

Sementara itu Ketua FK P4S Jawa timur, Tarwa Mustopa  berkomitmen untuk berkolaborasi kepada siapapun untuk memperkuat kelembagaan organisasi petani agar menjadi semakin maju dan berkembang sesuai dengan kopetensinya yang diamanatkan oleh Peraturan Kementrian Pertanian Republik Indonesia nomor 33 tahun 2016.

Dalam kunjungan tersebut Kepalai Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan dan Jajaran Pengurus FK P4S Jatim di ajak melihat langsung ke kebun buah naga dengan Luas ± 2 Hektar milik P4S Sukatani yang di Kelola oleh seorang dokter, Edi sadono.

Kunjungan yang berlangsung hangat ini pengelola Sukatani mengucapkan banyak-banyak terima kasih di sampaikan kepada Ibu Kebalai dan Jajaran pengurus FK P4S jawa timur yang telah menyempatkan waktu kesibukanya datang ke Perkebunan buah naga milik P4S Sukatani.

Sinergi Komunikasi Antar Pengelola, Pengurus Forum Komunikasi Jawa Timur Kunjungi P4S di Banyuwangi

 

fkp4sbojonegoro

Sinergi Komunikasi Antar Pengelola, Pengurus Forum Komunikasi  Jawa Timur Kunjungi Tiga dan Satu Calon P4S di Kabupaten Banyuwangi. Dalam rangka kunjungan kerja untuk menjalin komunikasi  antar pengelola serta melihat Profil dan kelengkapan lembaga sebagai pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya (P4S) yang sesuai Peraturan Menteri Pertanian  Republik Indonesia.

Rombongan dari pengurus FK P4S Jawa timur yang di pimpin oleh Ketua, Tarwa Mustopa, S.P.,M.Agr beserta jajaranya kunjungi pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya di empat tempat. Kehadiranya mereka di sambut dengan hangat oleh para pengelola P4S Banyuwangi di sekretariat masing masing.

Kunjungan ini menjadi wadah krusial untuk menjajaki berbagai langkah setrategis FK P4S jatim untuk menjalin komunikasi dan jaringan antar organisasi kepelatihan dan permagangan bidang pertanian dengan tujuan peran lembaga sebagai penyuluh swadaya.

Dalam diskusi yang berlangsung interaktif kedua pihak untuk saling mensupot dan mendukung keberlanjutan menjalankan organisasi kepelatihan yang berkompeten sesuai peraturan menteri pertanian republik Indonesia nomor 33 tahun 2016 tentang pedoman pembinaan kelembagaan pelatihan pertanian swadaya.

Ada tiga tempat keberadaan P4S dan satu calon P4S yang menjadi agenda kunjungan pengurus FK jatim di kabupaten banyuwagi Pada tanggal 6 novemper 2026.

Melalui kunjungan ini, FK P4S jatim berharap Komunikasi yang terbangun tidak hanya menjadi agenda formalitas, melainkan langkah nyata dalam mewujudkan keharmonisan dan jejaring serta Kemitraan antar Lembaga organisasi pertanian.

Kamis, 05 November 2026

Tingkatkan SDM Petani, Ketua FK Jatim Dorong P4S Berperan Aktif Sebagai Penyuluh Swadaya

fkp4sbojonegoro

Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan pertemuan rutin tiga bulan volume yang ke- 29 di Situbondo. Untuk mengukur efektivitas program kerja yang telah berjalan seperti pelatihan dan permagangan di setiap P4S se- jawa timur, serta merumuskan setrategi percepatan target kegiatan untuk pereode berikutnya.

Kamis, 5 november 2026, Pertemuan tribulan volume ke- 29 tersebut bertempat di P4S Murtajaya  Desa Juglangan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo mengangkat tema " pembahasan peran P4S sebagai penyuluh swadaya dalam meningkatkan SDM para Petani ".

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah, melalaui ketua kelompok subtansi program, Astutiningsih, menyampaikan bahwa kualitas SDM merupakan  salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pembangunan pertanian.

·       Di tempat yang sama, ketua  FK P4S Jawa timur, Tarwa Mustopa, mengatakan ada  273 P4S di jawa timur yang telah terklasifikasi oleh BBPP Ketindan. Dari data tersebut  menjadi peluang besar bagi P4S untuk menjadi tempat pelatihan dan permagangan, melainkan pusat pembelajaran yang mengedapkan prinsip dari petani oleh petani untuk petani dengan dasar swadaya.

kk Bupati Situbondo melalui PJ Sekda, Drs. H. Ahmad Yulianto,M.Si, menyampaikan mengapresiasi yang setinggi tingginya terhadap Kegiatan tribulan, yang di selenggarakan oleh Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya di Kabupaten Situbondo.

D   Dalam kegiatan Triwulan tersebut diharapkan kedepan semua P4S bisa tersertifikasi dan terujikompetensi sesuai dengan amanat Permentan nomor 33 tahun 2026 agar dapat mengembangkan kelembagaan organisasi untuk meningkatkan jejaring, kemitraan,untuk mendorong petani yang berkompeten dan berdaya saing. 

Sabtu, 10 Oktober 2026

Matangkan Setrategi Pelaksanaan Gutanbo KTNA & P4S Gelar Rapat Persiapan

 

fkp4sbojonegoro

Matangkan Strategi Pelaksanaan Butanbo ( Gumregah Tani Bojonegoro Festiwal), Kontak Tani Nelayan Andalan ( KTNA) dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Gelar Rapat Persiapan Demi Sukseskan  Gutanbo.

Bojonegoro, 11 Oktober 2026, Guna memastikan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Rapat Persiapan KTNA dan P4S Menggelar Rapat Kordinasi Persiapan pelaksanaan Gutanbo,yang akan dilaksanakan oleh DKPP ( Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Rapat di pimpin oleh, Kristianingsih, selaku Ketua KTNA Bojonegoro dan di hadiri 17 pengurus KTNA dan P4S. Dalam sambutan pembukanya.Jika kegiatan pelaksanaan Gutanbo ini sukses berarti sudah sesuai dengan mimpi kita bersama untuk menjadikan bojonegoro menjadi pupuler di bidang pertanian.

“ Kegiatan ini merupakan momentum penting bagi kita bersama. Oleh karena itu, sinergi, komitmen dan detail persiapan yang matang dari setiap seksi adalah kunci  utama kesuksesan acara kita nanti “ Ujar, Kristianingsih, Pimpinan rapat dalam arahanya.

Agenda utama rapat berfokus pada kesiapan peserta Gutanbo  KTNA & P4S Se-Bojonegoro beserta seksi-seksinya, untuk mematangkan acara tersebut persiapan produk - produk hasil pertanian berupa buah segar maupun hasil pertanian pangan lainya.

Beraneka ragam hasil pertanian di kabupaten bojonegoro akan di tampilkan pada saat kegitan Gutanbo oleh KTNA se-bojonegoro, sedangkan produk pelatihan SDM Pertanian untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan serta kompetensi bagi para petani melenial maupun pemuda tani yang akan di suguhkan oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya P4S.

Berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama, seluruh jajaran pengurus KTNA & P4S menyatakan kesiapannya untuk bergerak cepat merampungkan sisa persiapan yang ada. Tahap berikutnya akan difokuskan pada finalisasi teknis serta simulasi lapangan atau gladi bersih yang dijadwalkan beberapa hari sebelum hari pelaksanaan.

Acara Gutanbo itu sendiri direncanakan akan berlangsung pada tanggal 16 – 18 Oktober 2026 di Alun-alun bojonegoro. Dengan adanya koordinasi yang matang ini, pihak penyelenggara DKPP optimis dapat menyajikan kegiatan yang berkualitas, lancar, dan memberikan dampak positif bagi seluruh peserta yang hadir.

Jumat, 09 Oktober 2026

10 Unid Alat Sensor Birahi Sapi Betina Terpasang di Ustan Mandiri

fkp4sbojonegoro

Efisiensi Reproduksi kini menjadai kunci utama dalam mendongkrak produktifitas sektor peternakan nasional. Salah satu tantangan

Terbesar yang kerap dihadapi peternak sapi potong adalah keterlambatan dalam mendeteksi masa subur atau fases birahi ( estrus) pada sapi betina.jika momentum emas ini terlewat, peternak harus menunggu siklus berikutnya 21 hari kemudian yang berarti pembengkakan biaya pakan dan operasional.

Guna untuk mengatasi persoalan klasik tersebut, BRMP Ruminansia Besar Grati Pasuruan Jumat 9 Oktober 2026 telah memasang 10 unid alat sensor birahi sapi betina di KTT Ustan Mandiri, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, jawa Timur.

Program Sensor Birahi Sapi Ustan Mandiri merupakan upaya pemanfaatan teknologi sensor untuk membantu peternak dalam melakukan pemantauan dan deteksi birahi pada sapi secara lebih mudah, efisien, dan terarah. Program ini dikembangkan sebagai salah satu alternatif untuk mendukung pengamatan birahi yang selama ini banyak mengandalkan pengamatan langsung oleh peternak.

Melalui pemanfaatan sensor yang menganalisis pola aktivitas dan perilaku sapi, sistem diharapkan dapat membantu mengidentifikasi perubahan perilaku yang mengindikasikan terjadinya birahi. Hasil deteksi tersebut selanjutnya disampaikan kepada peternak melalui peringatan berupa alarm sehingga peternak dapat segera melakukan pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Tujuan dari program Sensor Birahi Sapi Ustan Mandiri tersebut dengan tujuan, membantu peternak dalam memantau aktivitas dan perilaku sapi sebagai dasar pendeteksian birahi.mempermudah proses pengamatan birahi melalui pemanfaatan teknologi sensor yang bekerja secara otomatis.memberikan peringatan dini kepada peternak melalui alarm ketika sistem mendeteksi indikasi birahi pada sapi.mendukung ketepatan penentuan waktu perkawinan atau inseminasi buatan (IB) melalui pengamatan birahi yang lebih terarah.mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan reproduksi ternak untuk mendukung peningkatan efisiensi usaha peternakan.

Sensor birahi bekerja dengan menganalisis basis data aktivitas dan perilaku sapi yang dikumpulkan melalui sensor. Data tersebut digunakan sebagai dasar untuk mengenali pola aktivitas sapi dan mengidentifikasi perubahan yang berpotensi menunjukkan kondisi birahi.

Melalui program Sensor Birahi Sapi Ustan Mandiri, diharapkan tercipta solusi teknologi yang dapat membantu peternak melakukan pemantauan birahi secara lebih praktis dan sistematis. Pengembangan dan evaluasi alat secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan keandalan deteksi sehingga teknologi ini berpotensi diterapkan secara lebih luas sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peternakan.

Ke depan, pemanfaatan teknologi sensor ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya modernisasi pengelolaan reproduksi sapi, mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat oleh peternak, serta berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas usaha peternakan.

Dukung swasembada pangan, FK P4S Jatim Kunjungi Upja Tani Makmur Banyuwangi

  Dalam rangka mempercepat akselerasi moderenisasi pertanian di pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya (P4S) Tani Makmur Desa Glada...